UN : yang selalu menjadi kontroversi
Ujian Nasional ditiadakan ! Pelaksanaan Ujian Nasional emang selalu
menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat dan pemerintah. Masing-masing
memilki argumentasinya sendiri. Masyarakat bersikeras agar Ujian Nasional
dihapuskan. Begitupun pemerintah yang tetap bersikeras bahwa Ujian Nasional
tetap akan digelar.
Apakah
negara lain di dunia ini juga
menyelenggarakan Ujian Nasional seperti yang ada di Indonesia?
Jawabannya
tidak semua negara di dunia ini menyelenggarakan Ujian Nasional seperti
Indonesia. Bahkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada pun
tidak menyelenggarakan Ujian Nasional. Amerika Serikat memang pernah melakukan
Ujian Nasional, itu pun dilakukan untuk melakukan pemetaan terhadap
permasalahan pendidikan nasional. Hal itu dilakukan dalam rangka menyusun
kebijakan pendidikan nasional bukan untuk menentukan kelulusan siswanya. Selain
itu Ujian Nasional memerlukan biaya yang sangat besar kurang lebih 200 juta
dolar sehinggan UN di Amerika tidak dilaksanakan.
Lalu
kenapa pemerintah tetap bersikeras agar Ujian Nasional tetap terselenggara? Alasannya
adalah mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan dasar yang
bermutu. Padahal banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu
pendidikan di Indonesia. Di negara lain seperti Kanada juga pernah terjadi
kekacauan dalam sistem pendidikan seperti di Indonesia. Namun yang mereka
lakukan bukan dengan mengadakan Ujian Nasional tetapi berkonsetrasi untuk
menata Sumber Daya Manusia dan mengikuti cara negara lain yang lebih baik.
Karena
seperti yang kita ketahui setiap tahunnya standar kelulusan UN selalu
meningkat. Pada 2008 saja standar nilai kelulusan naik dari 5,00 menjadi 5,25.
Sementara untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, masih seperti tahun
sebelumnya, tidak boleh ada nilai di bawah 4,25. Dan ini tentunya sangat
memberatkan bagi siswa .
Sudah
jelas bahwa Ujian nasional menimbulkan dampak negatif. Perjuangan mereka yang
belajar bertahun-tahun hanya ditentukan dengan 3 hari saja. Itu sungguh tidak
adil. Upaya yang ditempuh untuk lulus UN pun tidak fair, tidak sedikit kecurangan-kecurangan yang terjadi saat UN
berlangsung. Dalam UN pun hanya ranah kognitif saja yang terukur, padahal masih
ada aspek lan yang harus diukur yaitu aspek afektif dan psikomotor. Dan
tentunya untuk menilai suatu keberhasilan pembelajaran, ketiga aspek itu harus
terukur.
UN pun
tak hanya memberatkan bagi siswa tetapi juga untuk para guru dan pihak sekolah.
Mereka pun dihadapkan pada beban kelulusan anak-anak didik mereka. Bisa
dilihat, realita sekolah yang tidak sanggup menghadapi
UN.
Tapi
memang pemerintah tidak meggubris hal-hal yang seperti dipaparkan diatas.
Mereka berdalih akan selalu meningkatkan standar kelulusan dan penyelenggaarn
UN dengan baik. Dan pemerintah pun belum akan menghapuskan UN.
Terlepas
dari pro dan kontra penyelenggaran UN, satu hal yang tidak boleh kita lupakan
yaiu kita harus fokus pada tujuan peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri
bukan adu argumentasi menunjukan siapa yang benar.
¤ ASM ¤
No comments:
Post a Comment