Wednesday, April 18, 2012

UN : yang selalu menjadi kontroversi
Ujian Nasional ditiadakan ! Pelaksanaan Ujian Nasional emang selalu menimbulkan pro dan kontra dikalangan masyarakat dan pemerintah. Masing-masing memilki argumentasinya sendiri. Masyarakat bersikeras agar Ujian Nasional dihapuskan. Begitupun pemerintah yang tetap bersikeras bahwa Ujian Nasional tetap akan digelar.
Apakah negara lain di dunia ini  juga menyelenggarakan Ujian Nasional seperti yang ada di Indonesia?
Jawabannya tidak semua negara di dunia ini menyelenggarakan Ujian Nasional seperti Indonesia. Bahkan negara-negara maju seperti Amerika Serikat dan Kanada pun tidak menyelenggarakan Ujian Nasional. Amerika Serikat memang pernah melakukan Ujian Nasional, itu pun dilakukan untuk melakukan pemetaan terhadap permasalahan pendidikan nasional. Hal itu dilakukan dalam rangka menyusun kebijakan pendidikan nasional bukan untuk menentukan kelulusan siswanya. Selain itu Ujian Nasional memerlukan biaya yang sangat besar kurang lebih 200 juta dolar sehinggan UN di Amerika tidak dilaksanakan.
Lalu kenapa pemerintah tetap bersikeras agar Ujian Nasional tetap terselenggara? Alasannya adalah mendorong tercapainya target wajib belajar pendidikan dasar yang bermutu. Padahal banyak cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia. Di negara lain seperti Kanada juga pernah terjadi kekacauan dalam sistem pendidikan seperti di Indonesia. Namun yang mereka lakukan bukan dengan mengadakan Ujian Nasional tetapi berkonsetrasi untuk menata Sumber Daya Manusia dan mengikuti cara negara lain yang lebih baik.

Karena seperti yang kita ketahui setiap tahunnya standar kelulusan UN selalu meningkat. Pada 2008 saja standar nilai kelulusan naik dari 5,00 menjadi 5,25. Sementara untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan, masih seperti tahun sebelumnya, tidak boleh ada nilai di bawah 4,25. Dan ini tentunya sangat memberatkan bagi siswa .
Sudah jelas bahwa Ujian nasional menimbulkan dampak negatif. Perjuangan mereka yang belajar bertahun-tahun hanya ditentukan dengan 3 hari saja. Itu sungguh tidak adil. Upaya yang ditempuh untuk lulus UN pun tidak fair, tidak sedikit kecurangan-kecurangan yang terjadi saat UN berlangsung. Dalam UN pun hanya ranah kognitif saja yang terukur, padahal masih ada aspek lan yang harus diukur yaitu aspek afektif dan psikomotor. Dan tentunya untuk menilai suatu keberhasilan pembelajaran, ketiga aspek itu harus terukur.
UN pun tak hanya memberatkan bagi siswa tetapi juga untuk para guru dan pihak sekolah. Mereka pun dihadapkan pada beban kelulusan anak-anak didik mereka. Bisa dilihat, realita sekolah yang tidak sanggup menghadapi UN.
Tapi memang pemerintah tidak meggubris hal-hal yang seperti dipaparkan diatas. Mereka berdalih akan selalu meningkatkan standar kelulusan dan penyelenggaarn UN dengan baik. Dan pemerintah pun belum akan menghapuskan UN.
Terlepas dari pro dan kontra penyelenggaran UN, satu hal yang tidak boleh kita lupakan yaiu kita harus fokus pada tujuan peningkatan kualitas pendidikan itu sendiri bukan adu argumentasi menunjukan siapa yang benar.

¤ ASM ¤



No comments:

Post a Comment