Saturday, April 7, 2012

Senyuman Hangat Seorang Pemimpin

Minggu kemarin saya pergi ke sebuah sekolah dasar untuk melaksanakan observasi. Disana saya melihat suatu kejadian yang cukup mengharukan dan membuat hati saya tersentuh.

Kejadian itu saya lihat ketika saya sedang berada di koridor lantai dua. Saat itu saya tengah asik memakan baso tahu favorit saya sambil melihat anak-anak yang sedang bermain di lapangan, yang berada tepat di tengah-tengah bangunan sekolah itu. Lalu tanpa sengaja mata saya tertuju kepada suatu sudut dinding luar sebuah kelas yang letaknya berada di pinggir ruang kepala sekolah di lantai bawah. Disana saya melihat ada seorang anak perempuan yang tengah menangis, menutupi wajahnya dengan kedua tangannya yang menempel di tembok.

Awalnya saya tidak mengerti mengapa anak itu menangis. Lalu tiba-tiba saya melihat ada seorang pria keluar dari ruang kepala sekolah. Ia menghampiri anak itu lalu berbicara dengannya. Namun, saya tidak tahu apa yang pria itu bisikan. Tiba-tiba salah satu tangan pria itu menggenggam tangan anak yang sedang menangis tersebut dan tangan yang satunya lagi memegang tangan seorang anak perempuan lain yang tengah berkumpul dengan kawan-kawannya tak jauh dari tempat anak yang sedang menangis tersebut. Lalu, pria itu menyatukan kedua tangan anak perempuan itu dalam genggamannya, hingga mereka bersalaman.

Akhirnya, saya mengerti bahwa ternyata anak perempuan tadi menangis karena bertengkar dengan temannya. Dan saya juga sangat ingat dengan wajah pria itu, beliau adalah kepala sekolah di sekolah dasar tersebut. Hmm, dalam hati saya berkata, betapa indahnya momen itu. Seorang kepala sekolah memiliki kepedulian yang sangat tinggi terhadap anak didiknya. Yang bahkan tidak semua guru dapat menyelesaikan masalah seperti itu dengan bijak disertai dengan senyuman hangat yang terpancar dari wajahnya.

Saya jadi ingat saat pertama kali saya dan teman-teman bertemu dengan bapak kepala sekolah tersebut. Ia menyambut kami dengan hangat dan akrab. Saat kami mengobrol pun seolah tidak ada sekat diantara seorang kepala sekolah dengan kami yang baru sebatas mahasiswa. Yaaa… meskipun ada yang kurang saya sukai dari beliau, tapi setelah melihat kejadian tersebut saya jadi beranggapan bahwa, “dibalik kekurangan seseorang, tersimpan suatu kelebihan yang luar biasa yang tidak dapat dinilai dari satu sisi saja”. Bagaimanapun, sikap beliau tersebut menjadi inspirasi bagi saya, agar nantinya saya bisa menjadi sosok guru yang hangat, bersahabat, namun tetap berkompetensi tinggi dalam mendidik siswa-siswi saya nanti hingga mereka bisa menjadi orang yang tidak hanya pintar dalam aspek kognitifnya, namun juga cerdas dalam berbagai hal. Terutama cerdas dalam menyikapi kehidupannya, baik sebagai individu maupun sebagai warga dunia .

Aaaaaahh… I can’t wait to have a class with all smart Indonesian children!!! >.<
I <3 INDONESIA
-Riska Lestari-

No comments:

Post a Comment