Friday, December 28, 2012


NESTAPA

Suara adzan terdengar ketika manusia tertidur lelap dalam kegelapan malam
Usapan lembut yang ku rasakan membuatku merasa betapa beratnya diriku untuk bangkit dari ranjang istirahatku
Susah payah ku melawan malasku hingga ku harus bertengkar dengan musuh abadi seluruh insan
Iblis yang amat terkutuk yang selalu menyesatkan setiap manusia yang beriman

Hening masih terasa hadir di sekitarku
Angin bertiup dan menusuk tubuhku yang basah oleh air wudhu
Rahmat Ilahi ku harap kan menghampiriku kini
Di saat diri yang hina ini tersungkur bersujud menyembah-Mu Sang Maha Pencipta Alam

Inilah saatnya waktuku untuk curahkan segala kegundahan dan rasa bersalahku selama hidupku
Aku serahkan seluruh hidup dan matiku hanya pada-Mu, Tuhan Yang Maha Sempurna
Nestapa yang ku rasakan kini, ku serahkan semua hanya pada-Mu
Tetes air mata ku harap kan menjadi saksi segala permohonan yang terucap indah dari lisanku
Impian untuk masuk ke dalam jannah-Mu takkan pernah ku hapus hingga akhir hayatku.

(Imam Abdul Azis)

Wednesday, May 23, 2012


What If..
Sebentar lagi aku akan sampai di tempat itu. Tempat yang indah dan memberi ketenangan. Aku berjalan menelusuri jejak jejak yang tertinggal. Tapi kenapa berputar-putar. Aku selau melewati tempat yang sama. Pohon ini, langit ini dan ini jejak kakiku. Tidak. Aku dimana? Aku mau menuju tempat itu bukan terus menerus berputar disini. Apa aku harus kembali ketempat aku memulai semua perjalanan? Kompas tidak berfungsi ,sial. Mana arah yang harus aku tuju. Mana tempat itu, kenapa sekarang semakin tidak terlihat, kabur. Tolong. Aku tersesat.

Wednesday, May 2, 2012

Tumbuhan

Hijau⇨kuning⇨cokelat 
Perubahan yang selalu melekat 
Ada, tapi terabaikan bahkan dianggap tak ada
Ialah sumber kehidupan yang kini baru disadari
"Budayakan menanam..Budayakan menanam!!"
begitu orang bijak berseru 
Ada yang peduli,, 
Namun kebanyakan memilih tuli
Si hijau kini seolah menyadari...
Andai ia pemilik hati،
Entah apa yang ada di sanubari.?
Si pintar hidup dari yg kau miliki
Seutuhnya ia menyadari, tapi ia tak benar-benar mencintai
Akankah suatu saat engkau seperti yang ada di tivi?
Dihilangkan dan membalas menghilangkan mimpi...?
Menjadikan narkawi diatas surgawii?
Menghilangkan canda-tawa yang berseri??
Aku, satu dari sejuta pencintamu mewakili
Maaf,  maafkan kami 
hijau kau akan ada di hati



-Dhea Nurul Agustina-