Monday, April 16, 2012

Let's Stop Violence


            “Hits without violence, hentikan segala bentuk kekerasan” itu adalah sebuah tag line yang diusung sebuah stasiun radio swasta nasional –yang tak saya sebutkan namanya- beberapa bulan terakhir. Yang menarik perhatian saya bukan stasiun radionya, tapi tag line yang diusungnya itu. Ternyata untuk bisa nge-hits dan eksis tak perlu dengan kekerasan. Menurut saya luar biasa maknanya jika kita pikirkan secara mendalam. Bagi anda para pendengar stasiun radio tersebut mungkin sudah sering mendengar ungkapan itu.
            Setelah mendengar tag line itu timbul suatu pertanyaan di benak saya, dan anehnya dari satu pertanyaan menimbulkan pertanyaan lain yang memaksa saya untuk berusaha menjawabnya. “Kenapa bisa muncul ungkapan itu, apakah memang negeri ini sudah tak lagi asing dengan kekerasan?, ataukah memang kekerasan sudah tak terkendali lagi?”, “Bentuk kekerasan apa saja yang sering terjadi?”, “Lalu bagaimana cara mudah untuk menghentikan segala bentuk kekerasan itu?” Tentu tak mudah untuk menjawab semua pertanyaan itu, tapi jika kita mau memperhatikan sekitar kita tentu akan ada banyak petunjuk untuk menjawabnya.
            KEKERASAN yang saya maksud di sini adalah segala bentuk ungkapan emosi yang tidak terkontrol baik fisik maupun psikis, baik tindakan maupun ucapan yang menimbulkan ketidaknyamanan. Kekerasan fisik maksudnya kontak fisik yang mengakibatkan saling menyakiti. Kekerasan psikis maksudnya kekerasan non-fisik yang bisa menyakiti perasaan orang lain, biasanya berupa kekerasan verbal. Ya mungkin itulah sedikit batasan yang bisa saya berikan -semoga dapat dimengerti-, jujur memang agak sulit untuk membuat definisi yang ilmiah :(. Tapi saya yakin kita semua memahami maksud dari kata itu, yaa semoga saja.
            Let’s back to the point, untuk membahas sederet pertanyaan tentang KEKERASAN yang saya maksud. Pertanyaan pertama kenapa bisa muncul himbauan untuk segera menghentikan kekerasan? Apakah di negeri ini kekerasan sudah tak asing lagi dan tak terkendali lagi? Tak kan ada asap jika tak ada api, tak mungkin muncul himbauan itu jika memang tak ada kekerasan di negeri ini. Mungkin ajakan itu dibuat untuk menyadarkan kita bahwa jangan sampai segala bentuk kekerasan yang terjadi di negeri kita ini terus terjadi dan berlarut-larut, tapi harus segera dihentikan.
            Faktanya di negeri ini memang sudah sering terjadi tindak kekerasan. Di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik, berita tentang tindak kekerasan seolah menjadi konsumsi harian bagi masyarkat. Sebagai contoh, mungkin masih melekat di ingatan anda tentang tindakan orang tua yang menelantarkan anak-anaknya yang masih balita beberapa bulan terakhir. Atau berita tentang berbagai modus pencurian dan pembunuhan yang terjadi di berbagai tempat. Ada juga bentrok antara warga dengan aparat keamanan karena perebutan lahan. Tentu masih banyak contoh tindakan kekerasan lainnya yang tak bisa saya jelaskan satu persatu. Dan mungkin ada banyak faktor yang melatarbelakangi semua tindakan itu.
            Saya sendiri heran mengapa sepertinya orang-orang di negeri ini sangat mudah untuk terpancing emosinya. Hal-hal sepele saja bisa menimbulkan tindakan-tindakan yang berlebihan. Seperti misalnya berawal dari percekcokan atau adu mulut saja, bisa berujung pada hilangnya nyawa seseorang. Ada juga aksi unjuk rasa yang selalu berujung pada tindakan kekerasan antara pengunjukrasa dan aparat atau perusakan fasilitas umum. Bukankah tujuan dari unjuk rasa itu agar suara di dengar demi membela kepentingan umum? Tapi ujung-ujungnya kok bentrok yaa…
            Dan yang lebih membingungkan saya adalah tindakan anggota geng motor yang secara membabi buta menganiaya orang-orang yang tak berdosa. Entah apa tujuan mereka sebenarnya. Ada lagi fakta yang memprihatinkan adalah kekerasan sudah merasuki otak generasi muda negeri ini. Sebagai contoh ada kasus siswa SD yang menganiaya temannya sendiri hingga nyaris meregang nyawa. Belum lagi berbagai kasus tawuran antar pelajar, yaa tawuran pelajar merupakan bentuk kekerasan yang sering muncul di kalangan remaja. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan bahwa setidaknya 100 pelajar meninggal pertahun akibat tawuran. Sungguh miris bukan? Apa yang akan terjadi dengan negeri ini di masa mendatang jika ini terus berlanjut. Tentu akan banyak kerugian yang didapatkan :(:(.
            Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kondisi ini? Cara mudah yang mungkin bisa dilakukan adalah setiap individu harus mampu mengontrol diri. Jangan mudah terpancing emosi karena hal-hal sepele. Tak cukup dengan menjaga tindakan, tapi harus didukung juga dengan menjaga perkataan. Karena disadari atau tidak, ngomong kasar merupakan bentuk kekerasan verbal yang bisa menimbulkan kekerasan fisik.
            Menghentikan kekerasan bukan menjadi tugas satu orang saja, satu pihak saja, satu kelompok saja, masyarakat saja, aparat saja, atau pemerintah saja. Melainkan menjadi tugas wajib dari semua orang di negeri ini. Jika setiap orang mampu mengontrol diri, saya yakin tak akan ada lagi tindakan kekerasan di negeri ini, bahkan di dunia sekalipun. Perdamaian tentunya menjadi sesuatu yang dirindukan setiap insan bukan??? Maka dari itu mari kita mulai dari diri kita masing-masing untuk menghentikan segala bentuk tindakan kekerasan. So, let’s stop violence and heal the world.

*Ditunggu ya komentarnya sebagai bahan diskusi untuk kita. [CH]

No comments:

Post a Comment