“Hits without violence, hentikan segala bentuk kekerasan”
itu adalah sebuah tag line yang
diusung sebuah stasiun radio swasta nasional –yang tak saya sebutkan namanya-
beberapa bulan terakhir. Yang menarik perhatian saya bukan stasiun radionya,
tapi tag line yang diusungnya itu. Ternyata
untuk bisa nge-hits dan eksis tak perlu dengan kekerasan. Menurut saya luar
biasa maknanya jika kita pikirkan secara mendalam. Bagi anda para pendengar
stasiun radio tersebut mungkin sudah sering mendengar ungkapan itu.
Setelah mendengar tag line itu timbul suatu pertanyaan di
benak saya, dan anehnya dari satu pertanyaan menimbulkan pertanyaan lain yang
memaksa saya untuk berusaha menjawabnya. “Kenapa bisa muncul ungkapan itu, apakah
memang negeri ini sudah tak lagi asing dengan kekerasan?, ataukah memang
kekerasan sudah tak terkendali lagi?”, “Bentuk kekerasan apa saja yang sering
terjadi?”, “Lalu bagaimana cara mudah untuk menghentikan segala bentuk
kekerasan itu?” Tentu tak mudah untuk menjawab semua pertanyaan itu, tapi jika
kita mau memperhatikan sekitar kita tentu akan ada banyak petunjuk untuk
menjawabnya.
KEKERASAN yang saya maksud di sini adalah segala bentuk
ungkapan emosi yang tidak terkontrol baik fisik maupun psikis, baik tindakan
maupun ucapan yang menimbulkan ketidaknyamanan. Kekerasan fisik maksudnya
kontak fisik yang mengakibatkan saling menyakiti. Kekerasan psikis maksudnya
kekerasan non-fisik yang bisa menyakiti perasaan orang lain, biasanya berupa
kekerasan verbal. Ya mungkin itulah sedikit batasan yang bisa saya berikan
-semoga dapat dimengerti-, jujur memang agak sulit untuk membuat definisi yang
ilmiah :(. Tapi saya yakin
kita semua memahami maksud dari kata itu, yaa semoga saja.
Let’s back to the point,
untuk membahas sederet pertanyaan tentang KEKERASAN yang saya maksud.
Pertanyaan pertama kenapa bisa muncul himbauan untuk segera menghentikan
kekerasan? Apakah di negeri ini kekerasan sudah tak asing lagi dan tak
terkendali lagi? Tak kan ada asap jika
tak ada api, tak mungkin muncul himbauan itu jika memang tak ada kekerasan di
negeri ini. Mungkin ajakan itu dibuat untuk menyadarkan kita bahwa jangan sampai segala bentuk kekerasan yang
terjadi di negeri kita ini terus terjadi dan berlarut-larut, tapi harus segera
dihentikan.
Faktanya di negeri ini memang sudah sering terjadi tindak
kekerasan. Di berbagai media massa baik cetak maupun elektronik, berita tentang
tindak kekerasan seolah menjadi konsumsi harian bagi masyarkat. Sebagai contoh,
mungkin masih melekat di ingatan anda tentang tindakan orang tua yang
menelantarkan anak-anaknya yang masih balita beberapa bulan terakhir. Atau
berita tentang berbagai modus pencurian dan pembunuhan yang terjadi di berbagai
tempat. Ada juga bentrok antara warga dengan aparat keamanan karena perebutan
lahan. Tentu masih banyak contoh tindakan kekerasan lainnya yang tak bisa
saya jelaskan satu persatu. Dan mungkin ada banyak faktor yang melatarbelakangi
semua tindakan itu.
Saya sendiri heran mengapa sepertinya orang-orang di
negeri ini sangat mudah untuk terpancing emosinya. Hal-hal sepele saja bisa
menimbulkan tindakan-tindakan yang berlebihan. Seperti misalnya berawal dari
percekcokan atau adu mulut saja, bisa berujung pada hilangnya nyawa seseorang.
Ada juga aksi unjuk rasa yang selalu berujung pada tindakan kekerasan antara
pengunjukrasa dan aparat atau perusakan fasilitas umum. Bukankah tujuan dari
unjuk rasa itu agar suara di dengar demi membela kepentingan umum? Tapi
ujung-ujungnya kok bentrok yaa…
Dan yang lebih membingungkan saya adalah tindakan anggota
geng motor yang secara membabi buta menganiaya orang-orang yang tak berdosa.
Entah apa tujuan mereka sebenarnya. Ada lagi fakta yang memprihatinkan adalah
kekerasan sudah merasuki otak generasi muda negeri ini. Sebagai contoh ada
kasus siswa SD yang menganiaya temannya sendiri hingga nyaris meregang nyawa.
Belum lagi berbagai kasus tawuran antar pelajar, yaa tawuran pelajar merupakan
bentuk kekerasan yang sering muncul di kalangan remaja. Berdasarkan informasi
yang saya dapatkan bahwa setidaknya 100 pelajar meninggal pertahun akibat
tawuran. Sungguh miris bukan? Apa yang akan terjadi dengan negeri ini di masa
mendatang jika ini terus berlanjut. Tentu akan banyak kerugian yang didapatkan :(:(.
Lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengatasi kondisi
ini? Cara mudah yang mungkin bisa dilakukan adalah setiap individu harus mampu
mengontrol diri. Jangan mudah terpancing emosi karena hal-hal sepele. Tak cukup
dengan menjaga tindakan, tapi harus didukung juga dengan menjaga perkataan.
Karena disadari atau tidak, ngomong
kasar merupakan bentuk kekerasan verbal yang bisa menimbulkan kekerasan fisik.
Menghentikan kekerasan bukan menjadi tugas satu orang
saja, satu pihak saja, satu kelompok saja, masyarakat saja, aparat saja, atau
pemerintah saja. Melainkan menjadi tugas wajib dari semua orang di negeri ini. Jika
setiap orang mampu mengontrol diri, saya yakin tak akan ada lagi tindakan
kekerasan di negeri ini, bahkan di dunia sekalipun. Perdamaian tentunya menjadi
sesuatu yang dirindukan setiap insan bukan??? Maka dari itu mari kita mulai
dari diri kita masing-masing untuk menghentikan segala bentuk tindakan
kekerasan. So, let’s stop violence and
heal the world.
*Ditunggu ya komentarnya
sebagai bahan diskusi untuk kita. [CH]