Isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak ( BBM )
yang akhir-akhir ini sedang ramai diperbincangkan, nampaknya bukan hanya isu
belaka. Walaupun kebijakan tersebut belum tentu kapan akan diterapkannya, namun
hal tersebut sudah lebih dulu disambut oleh aksi demo dari mahasiswa dan
masyarakat di beberapa daerah yang menolak kebikan pemerintah untuk menaikan
harga BBM.
Menurut saya, sebetulnya BBM itu adalah
konsumsi bagi rakyat yang relatif tergolong dalam golongan rakyat menengah
keatas ( berkecukupan ). Namun permasalahnnya saat ini, jika harga BBM
benar-benar dinaikan, maka otomatis uang transport pengangkutan bahan-bahan
pokok pun akan naik. Sehingga imbasnya pasti harga-harga kebutuhan pokok
seperti sayur-sayuran, sembako, dan terutama beras akan ikut naik. Bayangkan
saat ini saja harga beras sudah mencapai Rp. 9.000.-. Bagaimana jika harga BBM
benar-benar naik ?, mau makan apa saudara-saudara kita yang tergolong kurang
mampu ?. Pada dasarnya BBM digunakan hanya jika ada keperluan saja. Akan tetapi
yang namanya beras, apapun itu alasannya beras harus tetap ada dirumah demi
memenuhi kebutuhan manusia akan pangan.
Disisi lain kita tidak bisa menyalahkan
pemerintah begitu saja. Setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah,
pastilah memiliki alasan yang kuat serta pasti sudah dipertimbangkan sebelumnya
terlebih dahulu. Seperti halnya dalam kasus BBM ini, pemerintah pasti memiliki
alasan yang kuat mengapa harus sampai menaikan harga BBM.
Untuk mengimbangi kenaikan harga BBM
ini, pemerintah pun sudah menyiapkan solusinya. Solusi tersebut berupa Bantuan
Langsung Tunai ( BLT ). Walaupun solusi tersebut dianggap oleh sebagian
masyarakat tidak akan efektif, namun tentunya kita sama-sama berharap semoga
bantuan tersebut dapat benar-benar tersalurkan dengan baik dan lancar kepada
golongan rakyat yang benar-benar kurang mampu. Sehingga sekalipun harga BBM naik,
rakyat-rakyat kecil masih bisa menikmati makanan yang layak setiap harinya. dg
No comments:
Post a Comment